Kamis, 14 Oktober 2010

Manusia Tertua di Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Namanya Raden Lili Soeratno atau bernama lain Mr. Pringgodigdo atau biasa dipanggil Mbah. Ia mengaku berumur 155 tahun, berbeda jauh dengan yang tertera di KTP-nya yang tertulis lahir di Nganjuk pada 1919.

"Tubuh saya gatal-gatal sejak saya perang di Hanoi dulu," tutur Pringgodigdo sembari tertawa kepada sejumlah dokter yang memeriksanya di ruang perawatannya di RSCM, Jakarta. Sejumlah bekas ruam karena gatal terlihat di kulit keriputnya.



Ia ditemukan oleh seorang dokter asal Papua yang bernama John Manangsang. Saat itu seseorang meminta berkonsultasi kepada John mengenai seorang kakek di rumahnya yang menderita gatal dan mengalami buta karena katarak dan tuli karena faktor usia.

Sudah dua minggu ia dirawat di RSCM. Selama itu pula Pringgodigdo menceritakan pengalaman hidupnya kepada John. John bercerita, baru satu malam berada di Bekasi. Sebelum tiba di Bekasi, Pringgodigdo tinggal di Jonggol.

Menurut Pringgodigdo, ia sudah berumur 155 tahun. Perjalanan hidupnya panjang. Ia pernah menjadi anggota tentara Volkenbond (Lembaga Bangsa-Bangsa/LBB). Dengan Volkenbond itu, ia menjadi salah satu pejuang sekutu di Perang Dunia I.

Menurut John, Pringgodigdo kerap kali bercerita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar sejak kerajaan Majapahit berdiri. Karena kerajaan itu jugalah, menurutnya bangsa-bangsa di dunia dahulu menghormati Indonesia.

Namun keberadaan Pringgodigdo saat ini tidaklah aman jika diketahui publik. John memaparkan, Pringgodigdo kerap bercerita ia membawa aset peninggalan Kerajaan Majapahit dan Mataram. Karena itulah sepanjang perjalanan hidupnya Pringgodigdo mengaku banyak diburu orang yang berburu aset kerajaan kuno yang tentu sangat bernilai tinggi itu.

Bahkan Pringgodigdo mengatakan aset tersebut kini tersimpan pada level Bank Dunia dan turut berperan menstabilkan ekonomi dunia. Aset tersebut tentu saja tidak dapat diambil oleh orang lain selain Pringgodigdo.

Menurut pengakuannya, sudah delapan kali ada pihak-pihak yang mencoba memalsukan identitas Pringgodigdo, baik dari sidik jari hingga tanda tangannya untuk mengambil aset kerajaan kuno itu. Namun selalu gagal. Yang terakhir kali, aksi pemalsuan itu terjadi di Malaysia beberapa tahun yang lalu. (MI/ICH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar