Rabu, 26 Oktober 2011

The Back-Up Plan (Resensi Movie)

Directed by Alan Poul Produced by Todd Black, Jason Blumenthal, Steve Tisch, Rodney Liber Written by Kate Angelo Starring Jennifer Lopez, Alex O’Loughlin, Noureen DeWulf, Melissa McCarthy, Eric Christian Olsen, Anthony Anderson, Linda Lavin Music by Stephen Trask Cinematography Xavier PĂ©rez Grobet Editing by Priscilla Nedd-Friendly Distributed by CBS Films Running time 1o6 minutes Country United States Language English

edi-kusnandar.blogspot.com rating:
Story Line: 6
Picture: 6.5
Cast: 7.5

Selepas kesuksesan komersial Monster-in-Law pada tahun 2005, aktris Jennifer Lopez secara perlahan sepertinya ingin beralih kepada film-film dengan tema sosial dan lebih dari sekedar sebuah komedi romantis yang biasa ia perankan. Berturut-turut, datanglah An Unfinished Life (2005), Bordertown (2007) dan El Cantante (2007), yang sialnya, selain gagal secara komersil, juga tidak mendapat sambutan begitu baik dari para kritikus film dunia.

Hal yang sama juga terjadi pada karir musik Lopez, ketika album terakhir yang ia rilis juga tidak mampu berkata banyak di pasaran. Ditambah dengan pernikahannya dengan aktor sekaligus penyanyi Marc Anthony, nama Lopez secara perlahan mulai menghilang dari maraknya perhatian media. The Back-Up Plan, yang disutradarai oleh Alan Poul, adalah film pertama Lopez semenjak tahun 2007, yang sekaligus menandai kembalinya dirinya ke genre film komedi romantis.
Sebagai sebuah film, The Back-Up Plan tidaklah sekuat film-film komedi romantis yang pernah dibintangi oleh Lopez sebelumnya. Mengisahkan mengenai Zoe (Lopez), seorang  pengusaha sebuah pet store yang diusianya yang telah melewati 30, dan belum menemukan pasangan hidup, mulai merasa bahwa waktu biologisnya untuk memiliki seorang anak akan segera berakhir. Zoe akhirnya memutuskan untuk menerima donor sperma dan melakukan inseminasi buatan ke dalam rahimnya untuk memiliki seorang anak.
Awalnya, keputusan tersebut berjalan lancar. Zoe telah merencanakan hal tersebut dengan sangat baik dan telah mengkalkulasikan segalanya dengan baik. Namun, tak seorangpun yang akan dapat mengkalkulasi cinta yang dihasilkan oleh Zoe ketika ia bertemu dengan Stan (Alex O’Loughlin), di dalam sebuah taksi. Walau pada awalnya, seperti halnya yang terjadi di setiap film-film bernuansa komedi romantis, Zoe sangat membenci kehadiran Stan, namun lama-kelamaan Zoe mulai jatuh hati dan merasakan bahwa Stan adalah pria yang ia cari selama ini.
Pada awalnya, Zoe mengira momen kedatangan Stan sangat tepat, mengingat inseminasi buatan yang diletakkan di dalam rahimnya tidak berjalan lancar. Namun, semua berubah ketika hasil tes kehamilan menunjukkan bahwa Zoe hamil. Kini, Zoe harus menata kembali semua rencana yang telah dia buat, dan yang terutama, mengungkapkan apa yang sebesnarnya terjadi pada Stan.
Mengandalkan daya tarik seorang Jennifer Lopez yang kali ini berpasangan dengan aktor tampan asal Australia, Alex O’Loughlin, The Back-Up Plan sebenarnya dapat dikatakan memiliki tema cerita yang cukup layak untuk disimak. Dan benar saja, apa yang dihasilkan oleh sutradara Alan Poul memang cukup layak dinikmati… hingga setengah masa tayang film ini. Film ini mulai terasa sebagai sebuah perjalanan yang panjang ketika tema awal, yakni mengenai bagaimana Zoe akan menghadapi Stan dan menjelaskan mengenai kehamilannya pada Stan, berubah menjadi sebuah film yang menceritakan mengenai bagaimana Zoe dan Stan menghadapi masa kehamilan tersebut.
Di bagian ini, The Back-Up Plan sangat terasa sebagai sebuah film yang sebenarnya sudah sangat kehabisan ide utamanya, namun berusaha diulur-ulur dengan menambah berbagai peristiwa yang terjadi di seputar kehidupan pasangan ini, hingga akhirnya film ini berakhir pada durasi 106 menit. Hasilnya, selain membosankan, dua karakter utama terasa mulai menyebalkan seiring dengan banyaknya ‘selipan cerita’ yang dihadirkan berkaitan dengan perubahan sikap kedua karakter utama yang sepertinya tidak memiliki pendirian teguh atas jalainan cinta mereka.
Selain itu, The Back-Up Plan juga berusaha menambah variasi cerita dengan memperbanyak jumlah karakter pendukung. Tidak masalah kalau jalan cerita mampu difokuskan pada setiap karakter, namun yang terjadi pada film ini, kebanyakan karakter pendukung hanya sekedar sebagai tambahan belaka, tanpa diberi kesempatan untuk mengembangkan dan menjelaskan kisah mereka sendiri di dalam film. Akibatnya, para pemeran pendukung pun sepertinya tidak mampu berbuat banyak  dan membuat karakter mereka sama sekali tidak berguna kehadirannya pada jalan utama film ini.
Memulai ceritanya dengan cukup menarik, The Back-Up Plan secara perlahan mulai terasa penurunan kualitasnya seiring telah dipaparkannya seluruh permasalahan utama yang terjadi pada dua karakter utama film ini. Plot cerita yang terkesan dipanjangkan membuat The Back-Up Plan terasa cukup membosankan, terutama di bagian pertengahan akhir film ini. Walau harus diakui cukup menyenangkan melihat Jennifer Lopez, yang mampu menjalin chemistry yang cukup baik dengan Alex O’Loughlin, namun tetap saja hal tersebut tidak mampu menutup kelemahan naskah cerita yang menjadi permasalahan terbesar dari film ini.

Sumber: amiratthemovies.wordpress.com
Trailer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar